Senin, 27 Mei 2013

New Pallapa

Lagu-lagu koplo yang di bawakan New Pallapa Read More..

Kamis, 21 Oktober 2010

terpijak paku ana bahfein & muchsin

Nggak salah tuh judulnya "terpijak paku" atau terinjak paku? mungkin juga paku terpijak.waduh bahasa indonesia yang benar mana ya? tapi nggak masalah ini juga toh hanya sebuah judul lagu.silahkan di sedot lagi lagu clasicnya si muksin nih..download Read More..

derita tiada akhir

judulnya nakutin "derita tiada akhir" untung hanya lagu coba bila nyata di kehidupan kita pasti banyak yang nggak kuat. bagi anda yang tengah mencari-cari lagu lama and clasic bisa request.biasa para musisi dangdut panggung yang sangat membutuhkan hal ini silahkan gan di sedotdownload Read More..

bila elvi sukaesih

lagu lama yang yang satu ini sedang hits di kalangan group dangdut di daerah pekalongan-pemalang dan sekitarnya..download Read More..

1 diantara 2 koplo

Bagi anda pecinta musik dangdut khususnya dangdut koplo ,tentu tidak asing lagi dengan kelompok musik dangdut panggung OM Monata yang boleh di bilang number one di jawa timur..mau download lagu ini silahkan klik download. versi dangdut koplo dari salah satu Orkes panggung OM Monata ini memang bagus lagu ini diambil waktu kelompok tersebut LIVE Show di Pekalongan Read More..

Rabu, 20 Oktober 2010

Sejarah dangdut koplo

Dangdut? Jesal Indonesia, Rhoma Irama n Sonetanya, Inul Daratista n Ngebornya, Dewi Persik n sensasinya, may be right or may be not? Yang jelas dangdut adalah musik tradisional Indonesia yang pada era 60-an Mashabi dan Elia Khadam artis pertama yang melagukan dan pada masa itu orang menyebutnya musik Melayu, pada era 70-an musik melayu ini semakin mendapat hati di telinga pencinta musik tanah air khususnya di Jawa dan klimaknya pada tahun 1973 dengan berkibarnya bendera Orkes Melayu ( OM ) Soneta yang di motori oleh Rhoma Irama dan ditahun ini pulalah launching album perdana Soneta , kemunculan Soneta rupanya jadi inspirasi musisi bahkan penyanyi di Indonesia pada masa itu dan sudah barang tentu sampai sekarang, maka muncullah penyani seperti A. Rafik, Nur Halimah, Elvi Sukaisi, Mansur S, dll. Dari tahun ketahun perkembangan industri musik ditanah air semakin mengila, tak terkecuali musik dangdut. Pada era 80 – 90-an musik dangdut mulai mengalami metamorfosis, ada Pop Dangdut, Rock Dangdut, Disco Dangdut dan pada akhirnya di era 2000-an booming aliran dangdut baru yang disebut orang sebagai Dangdut Koplo. Siapa dan darimana asal musikkoplo?
Nah…. Ini yang akan kita bahas
Apa yang membedakan dangdut koplo dengan dangdut lain? Nothing difference! But, dangdut koplo memiliki specific characteristic pada tempo dan permain gendang. Jadi kalau kita ‘mbahas dangdut koplo pertanyakannya adalah siapa yang pertama kali yang memainkan gendang? Dangdut koplo pertama kali di mainkan dalam sebuah komunitas kecil di sebuah daerah pingiran kota Surabaya pada tahun1993 tepatnya di daerah Girilaya. Dan pada saat itu yang pegang gendang adalah Mas Naryo bahkan saat itu disebut dangdut kotekan ( Musik patrol untuk membangunkan warga di bulan Romadhon pada saat sahur ). Permainan gendang Mas Naryo akhirnya disempunakanoleh Mas Sugeng yang akhirnya menjadi dangdut koplo, pada era ini mulailah semual banyak bermunculan musisi dangdut koplo hingga akhirnya OM. Avita ( Mas Udin yang pada saat itu pegang gendang ) yang mengenalkan dangdut yang enerjik pada masyarakat Surabaya dan sekitarnya. Tapi akhirnya yang paling berpengaruh dan mempengarui permainan gendang orkrs melayu saat ini adalah Slamet New Palapa, boleh dibilang permainan gendang koplo slamet memang disa dinikmati, sehingga banyak orang yang salah tafsir dengan mengatakan yang ngoplo pertama kali adalah Slamet padahal seperti uraian diatas, orang yang pantas dihormati dan di banggakan adalah Cak Naryo kemudian Cak Sugeng ( walau aq sendiri ‘gak wero wonge ) tapi tentu saja tidak mengurangi rasa hormat dan penghormatan kepada Slamet, permainan kendang slamet tidak bisa dianggap remeh, kelincahan serta kecangihan memainkan jemari tangan diatas sikulit bundar emang tak perlu diragukan lagi, belum lagi improfisasi dan kecerdasanya dalam mengolah gendang adalah merupakan satu kelebihan dari si slamet, Salut Met!
tapi bukan performe musisi yang kita nilai semua musisi dangdut koplo cerdas cerdas dan cangih dalam bermain kendang, memang dari masing masing pemaingendang memiliki ciri khas masing masing. dan yang selalu membuat aku bangga keoada insan dangdut adalah kerja keras untuk mempertahankan musik dangdut terus berkiprah di dunia industi musik Indonesia.
salam kepada Musisi dan penyanyi Lokal maupun Nasional, jayalah selalu musik Tanah air.
kepada para pembaca mohon maaf apa bila ada kekeliruan dalam tulisan aq ini, mungkin info yang aq korek kurang sempurna, aq mengharap masukan dan kritik yang membangun, thanks n brovo musik dangdut tanah air.
Read More..

Sejarah Dangdut

Dangdut merupakan salah satu dari genre seni musik yang berkembang di Indonesia. Bentuk musik ini berakar dari musik Melayu pada tahun 1940-an. Dalam evolusi menuju bentuk kontemporer sekarang masuk pengaruh unsur-unsur musik India (terutama dari penggunaan tabla) dan Arab (pada cengkok dan harmonisasi).Perubahan arus politik Indonesia di akhir tahun 1960-an membuka masuknya pengaruh musik barat yang kuat dengan masuknya penggunaan gitar listrik dan juga bentuk pemasarannya. Sejak tahun 1970-an dangdut boleh dikatakan telah matang dalam bentuknya yang kontemporer. Sebagai musik populer, dangdut sangat terbuka terhadap pengaruh bentuk musik lain, mulai dari keroncong, langgam, degung, gambus, rock, pop, bahkan house music.

Penyebutan nama "dangdut" merupakan onomatope dari suara permainan tabla (dalam dunia dangdut disebut gendang saja) yang khas dan didominasi oleh bunyi dang dan ndut. Nama ini sebetulnya adalah sebutan sinis dalam sebuah artikel majalah awal 1970-an bagi bentuk musik melayu yang sangat populer di kalangan masyarakat kelas pekerja saat itu.

Berikut adalah nama-nama beberapa tokoh penyanyi dan pencipta lagu dangdut populer yang dibagi dalam tiga kelompok kronologis, sesuai dengan perkembangan musik dangdut:

Pra-1970-an
Husein Bawafie
Munif Bahaswan
Ellya
M. Mashabi
Johana Satar
Hasnah Tahar

1970-an
A. Rafiq
Rhoma Irama
Elvy Sukaesih
Mansyur S.
Mukhsin Alatas
Herlina Effendi
Reynold Panggabean
Camelia Malik
Ida Laila

Setelah 1970-an
Vetty Vera
Nur Halimah
Hamdan ATT
Meggy Zakaria
Iis Dahlia
Itje Tresnawaty
Evi Tamala
Ikke Nurjanah
Kristina
Cici Paramida
Dewi Persik
Inul Daratista
Dangdut dalam budaya kontemporer Indonesia

Oleh Rhoma Irama, dangdut dijadikan sebagai alat berdakwah, yang jelas terlihat dari lirik-lirik lagu ciptaannya dan dinyatakan sendiri olehnya. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu polemik besar kebudayaan di Indonesia pada tahun 2003 akibat protesnya terhadap gaya panggung penyanyi dangdut dari Jawa Timur, Inul Daratista, dengan goyang ngebor-nya yang dicap dekaden serta "merusak moral".

Jauh sebelumnya, dangdut juga telah mengundang perdebatan dan berakhir dengan pelarangan panggung dangdut dalam perayaan Sekaten di Yogyakarta. Perdebatan muncul lagi-lagi akibat gaya panggung penyanyi (wanita)-nya yang dinilai terlalu "terbuka" dan berselera rendah, sehingga tidak sesuai dengan misi Sekaten sebagai suatu perayaan keagamaan.

Dangdut memang disepakati banyak kalangan sebagai musik yang membawa aspirasi kalangan masyarakat kelas bawah dengan segala kesederhanaan dan kelugasannya. Ciri khas ini tercermin dari lirik serta bangunan lagunya. Gaya pentas yang sensasional tidak terlepas dari nafas ini.

Panggung kampanye partai politik juga tidak ketinggalan memanfaatkan kepopuleran dangdut untuk menarik massa. Isu dangdut sebagai alat politik juga menyeruak ketika Basofi Sudirman, pada saat itu sebagai fungsionaris Golkar, menyanyi lagu dangdut.

Walaupun dangdut diasosiasikan dengan masyarakat bawah yang miskin, bukan berarti dangdut hanya digemari kelas bawah. Di setiap acara hiburan, dangdut dapat dipastikan turut serta meramaikan situasi. Panggung dangdut dapat dengan mudah dijumpai di berbagai tempat. Tempat hiburan dan diskotek yang khusus memutar lagu-lagu dangdut banyak dijumpai di kota-kota besar. Stasiun radio siaran yang menyatakan dirinya sebagai "radio dangdut" juga mudah ditemui di berbagai kota.

Interaksi dengan musik lain

Dangdut sangat elastis dalam menghadapi dan mempengaruhi bentuk musik yang lain. Lagu-lagu barat populer pada tahun 1960-an dan 1970-an banyak yang didangdutkan. Genre musik gambus dan kasidah perlahan-lahan hanyut dalam arus cara bermusik dangdut. Hal yang sama terjadi pada musik tarling dari Cirebon sehingga yang masih eksis pada saat ini adalah bentuk campurannya: tarlingdut.

Musik rock, pop, disko, house bersenyawa dengan baik dalam musik dangdut. Demikian pula yang terjadi dengan musik-musik daerah seperti jaipongan, degung, tarling, keroncong, langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yang dinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin.

Mudahnya dangdut menerima unsur 'asing' menjadikannya rentan terhadap bentuk-bentuk pembajakan, seperti yang banyak terjadi terhadap lagu-lagu dari film ala Bollywood dan lagu-lagu latin. Kopi Dangdut, misalnya, adalah "bajakan" lagu yang populer dari Venezuela.

Bangunan lagu

Meskipun lagu-lagu dangdut dapat menerima berbagai unsur musik lain secara mudah, bangunan sebagian besar lagu dangdut sangat konservatif, sebagian besar tersusun dari satuan delapan birama 4/4. Jarang sekali ditemukan lagu dangdut dengan birama 3/4, kecuali pada lagu-lagu masa Melayu Deli (contoh: Burung Nuri). Lagu dangdut juga miskin improvisasi, baik melodi maupun harmoni. Sebagai musik pengiring tarian, dangdut sangat mengandalkan ketukan tabla dan sinkop.

Intro dapat berupa vokal tanpa iringan atau berupa permainan seruling, selebihnya merupakan permainan gitar atau mandolin. Panjang intro dapat mencapai delapan birama.

Bagian awal tersusun dari delapan birama, dengan atau tanpa pengulangan. Jika terdapat pengulangan, dapat disela dengan suatu baris permainan jeda. Bagian ini biasanya berlirik pengantar tentang isi lagu, situasi yang dihadapi sang penyanyi.

Lagu dangdut standar tidak memiliki refrain, namun memiliki bagian kedua dengan bangunan melodi yang berbeda dengan bagian pertama. Sebelum memasuki bagian kedua biasanya terdapat dua kali delapan birama jeda tanpa lirik. Bagian kedua biasanya sepanjang dari dua kali delapan birama dengan disela satu baris jeda tanpa lirik. Di akhir bagian kedua kadang-kadang terdapat koda sepanjang empat birama. Lirik bagian kedua biasanya berisi konsekuensi dari situasi yang digambarkan bagian pertama atau tindakan yang diambil si penyanyi untuk menjawab situasi itu.

Setelah bagian kedua, lagu diulang penuh dari awal hingga akhir. Lagu dangdut diakhiri pada pengulangan bagian pertama. Jarang sekali lagu dangdut diakhiri dengan fade away.
Read More..